Di postingan kali ini saya akan membahas tentang macam macam sholt sunnah
Menurut lughat sunat adalah az-ziyadah artinya tambah, sholat sunnah mempunyai keutamaan bisa menyempurnakan sholat fadhu,selaain itu sholat sunnah merupakan salah satu dari ibadah badaniyah yang paling di unggulkan.
1. Shalat Wudhu, Yaitu shalat sunnah dua rakaat yang bisa dikerjakan setiap selesai wudhu
2. Shalat Tahiyatul Masjid, yaitu shalat sunnah dua rakaat yang dikerjakan ketika memasuki masjid, sebelum duduk untuk menghormati masjid. Rasulullah bersabda ‘Apabila seseorang diantara kamu masuk masjid, maka janganlah hendak duduk sebelum shalat dua rakaat lebih dahulu’ (H.R. Bukhari dan Muslim).
3. Shalat Dhuha. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan ketika matahari baru naik. Jumlah rakaatnya minimal 2 maksimal 12. Dari Anas berkata Rasulullah ‘Barang siapa shalat Dhuha 12 rakaat, Allah akan membuatkan untuknya istana disurga’ (H.R. Tarmiji dan Abu Majah).
4. Shalat Rawatib. Adalah shalat sunnah yang dikerjakan mengiringi shalat fardhu. Niatnya :
Qabliyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan sebelum shalat wajib. Waktunya : 2 rakaat sebelum shalat subuh, 2 rakaat sebelum shalat Dzuhur, 2 atau 4 rakaat sebelum shalat Ashar, dan 2 rakaat sebelum shalat Isya’.
Ba’diyyah, adalah shalat sunnah rawatib yang dikerjakan setelah shalat fardhu. Waktunya : 2 atau 4 rakaat sesudah shalat Dzuhur, 2 rakaat sesudah shalat Magrib dan 2 rakaat sesudah shalat Isya.
5. Shalat Tahajud, adalah shalat sunnah pada waktu malam. Sebaiknya lewat tengah malam. Dan setelah tidur. Minimal 2 rakaat maksimal sebatas kemampuan kita. Keutamaan shalat ini, diterangkan dalam Al-Qur’an. ‘Dan pada sebagian malam hari bershalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu. Mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ketempat yang terpuji’(Q.S. Al Isra : 79 ).
6. Shalat Istikharah, adalah shalat sunnah dua rakaat untuk meminta petunjuk yang baik, apabila kita menghadapi dua pilihan, atau ragu dalam mengambil keputusan. Sebaiknya dikerjakan pada 2/3 malam terakhir.
7. Shalat Hajat, adala shalat sunnah dua rakaat untuk memohon agar hajat kita dikabulkan atau diperkenankan oleh Allah SWT. Minimal 2 rakaat maksimal 12 rakaat dengan salam setiap 2 rakaat.
8. Shalat Mutlaq, adalah shalat sunnah tanpa sebab dan tidak ditentukan waktunya, juga tidak dibatasi jumlah rakaatnya. ‘Shalat itu suatu perkara yang baik, banyak atau sedikit’ (Al Hadis).
9. Shalat Taubat, adalah shalat sunnah yang dilakukan setelah merasa berbuat dosa kepada Allah SWT, agar mendapat ampunan-Nya.
10. Shalat Tasbih, adalah shalat sunnah yang dianjurkan dikerjakan setiap malam, jika tidak bisa seminggu sekali, atau paling tidak seumur hidup sekali. Shalat ini sebanyak empat rakaat, dengan ketentuan jika dikerjakan pada siang hari cukup dengan satu salam, Jika dikerjakan pada malam hari dengan dua salam.
11. Shalat Tarawih, adalah shalat sunnah sesudah shalat Isya’pada bulan Ramadhan. Menegenai bilangan rakaatnya disebutkan dalam hadis. ‘Yang dikerjakan oleh Rasulullah saw, baik pada bulan ramadhan atau lainnya tidak lebih dari sebelas rakaat’ (H.R. Bukhari). Dari Jabir ‘Sesungguhnya Nabi saw telah shallat bersama-sama mereka delapan rakaat, kemudian beliau shalat witir.’ (H.R. Ibnu Hiban)
Pada masa khalifah Umar bin Khathtab, shalat tarawih dikerjakan sebanyak 20 rakaat dan hal ini tidak dibantah oleh para sahabat terkenal dan terkemuka. Kemudian pada zaman Umar bin Abdul Aziz bilangannya dijadikan 36 rakaat. Dengan demikian bilangan rakaatnya tidak ditetapkan secara pasti dalam syara’, jadi tergantung pada kemampuan kita masing-masing, asal tidak kurang dari 8 rakaat.
12. Shalat Witir, adalah shalat sunnat mu’akad (dianjurkan) yang biasanya dirangkaikan dengan shalat tarawih, Bilangan shalat witir 1, 3, 5, 7 sampai 11 rakaat. Dari Abu Aiyub, berkata Rasulullah ‘Witir itu hak, maka siapa yang suka mengerjakan lima, kerjakanlah. Siapa yang suka mengerjakan tiga, kerjakanlah. Dan siapa yang suka satu maka kerjakanlah’(H.R. Abu Daud dan Nasai). Dari Aisyah : ‘Adalah nabi saw. Shalat sebelas rakaat diantara shalat isya’ dan terbit fajar. Beliau memberi salam setiap dua rakaatdan yang penghabisan satu rakaat’ (H.R. Bukhari dan Muslim).
13. Shalat Hari Raya, adalah shalat Idul Fitri pada 1 Syawal dan Idul Adha pada 10 Dzulhijah. Hukumnya sunat Mu’akad (dianjurkan).’Sesungguhnya kami telah memberi engkau (yaa Muhammad) akan kebajikan yang banyak, sebab itu shalatlah engkau dan berqurbanlah karena Tuhanmu ‘ pada Idul Adha – ‘(Q.S. Al Kautsar.1-2)Dari Ibnu Umar ‘Rasulullah, Abu Bakar, Umar pernah melakukan shalat pada dua hari raya sebelum berkhutbah.’(H.R. Jama’ah).
14. Shalat Khusuf, adalah shalat sunat sewaktu terjadi gerhana bulan atau matahari. Minimal dua rakaat. Caranya mengerjakannya :
Shalat dua rakaat dengan 4 kali ruku’ yaitu pada rakaat pertama, setelah ruku’ dan I’tidal membaca fatihah lagi kemudian ruku’ dan I’tidal kembali setelah itu sujud sebagaimana biasa. Begitu pula pada rakaat kedua.
Disunatkan membaca surat yang panjang, sedang membacanya pada waktu gerhana bulan harus nyaring sedangkan pada gerhana matahari sebaliknya.
15. Shalat Istiqa’,adalah shalat sunat yang dikerjakan untuk memohon hujan kepada Allah SWT.
Itulah macam macam sholat sunnah yang saya ketahui ,pasti banyak yang kurang lengkap penjelasanya . setelah kita tahu ilmunya mari kita amalkan
Orang yang masuk neraka ada berjenis-jenis. Ada yang masuk lalu keluar lagi dan ada juga yang masuk dan tidak keluar-keluar lagi. Yang masuk dan keluar lagi itu ada yang sebentar dan ada yang lama. Namun harus diingat bahwa ukuran sebentar atau lamanya tidak bisa dibandingkan dengan ukuran waktu di dunia ini.
Selain itu juga ada jenis jenis orang yang kekal di neraka yaitu :
“Andaikata berhala-berhala itu tuhan, tentulah mereka tidak masuk neraka. Dan setiap (mereka) akan kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Anbiya[21]: 99)
“Sesungguhnya orang-orang yang berdosa kekal di dalam azab neraka jahanam.” (Qs. Az-Zukhruf[43]: 74)
“Dan orang-orang kafir, bagi mereka neraka jahanam. Mereka tidak dibinasakan, sehingga mereka tidak mati dan tidak (pula) diringankan dari azabnya.” (Qs. Fathir[35]: 36)
“Adapun orang-orang yang kafir dan mendustakan ayat-ayat Kami, mereka itu penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 39)
“Sesungguhnya orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kafir, mereka itu mendapat laknat Allah, para malaikat, dan seluruh manusia. Mereka kekal di dalam laknat itu; tidak akan diringankan siksa mereka dan tidak (pula) mereka diberi penangguhan.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 161-162)
“Tidakkah mereka (orang-orang munafik) mengetahui bahwa orang yang menentang Allah dan rasul-Nya, maka sesungguhnya neraka Jahanamlah baginya, ia kekal di dalamnya. Itu adalah kehinaan yang besar.” (Qs. At-Taubah[9]: 63)
“Tidaklah pantas orang-orang musyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengakui bahwa mereka sendiri kafir. Itulah orang-orang yang sia-sia pekerjaannya, dan mereka kekal di neraka.” (Qs. At-Taubah[9]: 17)
Karena mereka akan kekal di dalamnya, Allah subhanahu wa ta’ala melukiskan siksaan neraka sebagai siksaan yang abadi, yang tidak akan ada akhirnya dan akan berlangsung selamanya.
“Mereka ingin keluar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari sana, dan mereka beroleh azab yang kekal.” (Qs. Al-Ma’idah[5]: 37)
“Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang lalim (musyrik) itu, “Rasakanlah olehmu siksaan yang kekal; kamu tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kamu kerjakan.” (Qs. Yunus[10]: 52)
Bukhari meriwayatkan dari Ibn ‘Umar bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Para penghuni surga akan masuk surga, dan para penghuni neraka akan masuk neraka. Kemudian datanglah seseorang sambil berteriak di antara keduanya: Wahai penduduk neraka, tidak ada yang akan mati di antara kalian; Wahai penduduk surga, tidak ada yang akan mati di antara kalian. Kehidupan disini kekal dan abadi.” [1]
Dari Abu Hurairah diriwayatkan bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Akan dikatakan kepada para penduduk surga, ‘Wahai penduduk surga, tidak akan ada kematian,’ dan kepada penduduk neraka, ‘Wahai penduduk neraka, kehidupan disini kekal, tidak akan ada kematian.’” [2]
Perkataan ini diucapkan setelah kematian (maut) disembelih (sehingga tidak ada lagi kematian itu), sebagaimana dinyatakan dalam hadits yang diriwayatkan dari Ibn ‘Umar oleh Bukhari:
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Pada waktu para penghuni surga telah sampai di surga dan para penghuni neraka telah sampai di neraka, kematian akan dibawa ke suatu tempat antara surga dan neraka, lalu disembelih. Kemudian seseorang mengumumkan, ‘Wahai penduduk surga, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, tidak ada lagi kematian.’ Kegembiraan penduduk surga akan bertambah, dan kesedihan penduduk neraka akan bertambah.” [3]
Muslim meriwayatkan dari Abu Said, yang berkata:
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Kematian akan digiring seperti seekor domba bertanduk, dan disuruh berdiri di antara surga dan neraka. Lalu dikatakan, ‘Wahai penduduk surga, apakah kalian tahu apa ini?’ Dan mereka mengangkat kepala untuk melihatnya, dan berkata, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Dan kepada penduduk neraka dikatakan, ‘Wahai penduduk neraka, tahukah kalian apa ini?’ Mereka mengangkat kepala untuk melihatnya, kemudian berkata, ‘Ya, itu adalah kematian.’ Kemudian diberikan perintah untuk menyembelih kematian. Lalu dikatakan, ‘Wahai penduduk surga, kehidupan kalian kekal, tidak ada lagi kematian. Wahai penduduk neraka, kehidupan kalian kekal, tidak ada lagi kematian.’” Kemudian Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam membacakan firman Allah, “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman.” (Qs. Maryam[19]: 39) [4]
Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda, “Ketika hari kiamat sudah datang, kematian akan digiring seperti seekor domba bertanduk, dan akan disuruh berdiri di antara surga dan neraka. Ia akan disembelih dengan disaksikan oleh orang-orang yang menonton. Jika ada yang seolah-olah mati karena kegembiraan, mereka adalah para penghuni surga, dan jika ada yang seolah-olah mati karena kesedihan, mereka adalah penduduk neraka.” Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan-sahih.” [5]
Neraka Tempat Tinggal Orang-orang Kafir dan Musyrik
Karena orang-orang kafir dan musyrik akan kekal di dalam neraka, maka neraka dianggap sebagai tempat tinggal mereka, sebagaimana halnya dengan surga yang menjadi tempat tinggal orang-orang beriman:
“Tempat kembali mereka ialah neraka; dan itulah seburuk-buruknya tempat tinggal orang-orang yang lalim.” (Qs. Ali ‘Imran[3]: 151)
“Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan.” (Qs. Yunus[10]: 8)
“Bukankah dalam neraka jahanam itu ada tempat bagi orang-orang yang kafir?” (Qs. Al-Ankabaut[29]: 68)
Neraka adalah tempat yang pantas buat mereka:
“Tempat kamu ialah neraka. Dialah tempat berlindungmu. Dan ia adalah sejahat-jahat tempat kembali.” (Qs. Al-Hadid[57]: 15)
Neraka adalah seburuk-buruk tempat tinggal dan tempat kembali:
“Maka cukuplah (balasannya) neraka jahanam. Dan sungguh neraka jahanam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 206)
“Beginilah (keadaan mereka). Dan sesungguhnya bagi orang-orang yang durhaka benar-benar (disediakan) tempat kembali yang buruk, (yaitu) neraka jahanam, yang mereka masuk ke dalamnya. Maka amat buruklah jahanam itu sebagai tempat tinggal.” (Qs. Shad[38]: 55-56)
Orang-orang yang Mengajak Orang Lain ke Neraka
Orang-orang yang mengikuti kepercayaan-kepercayaan dan ideologi yang salah dan bertentangan dengan sunnah Allah subhanahu wa ta’ala, serta orang-orang yang mengejar tujuan-tujuan yang salah adalah orang-orang yang mengajak orang lain ke neraka:
“Mereka itu mengajak ke neraka...” (Qs. Al-Baqarah[2]: 221)
“Dan kami jadikan mereka pemimpin-pemimpin yang menyeru (manusia) ke neraka dan pada hari kiamat mereka tidak akan ditolong.” (Qs. Al-Qashash[28]: 41)
Salah seorang dari mereka adalah setan:
“Dan apakah mereka (akan mengikuti bapak-bapak mereka) walaupun setan itu menyeru mereka ke dalam siksa api neraka yang menyala-nyala?” (Qs. Luqman[31]: 21)
“Setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Qs. Fathir[35]: 6)
Siapa saja yang mengajak orang lain di dunia ini ke neraka, akan memimpin golongan atau kaum mereka ke neraka di hari kiamat nanti. Contohnya Fir’aun: “Ia berjalan di muka kaumnya di hari kiamat, lalu memasukkan mereka ke dalam neraka.” (Qs. Hud[11]: 98)
Semua pemimpin yang sesat, yang menyeru kaumnya keada kepercayaan mereka yang bertentangan dengan Islam, sebenarnya adalah orang-orang yang mengajak orang lain ke neraka, karena satu-satunya jalan untuk terhindar dari api neraka dan masuk surga adalah jalan yang benar (Islam): “Hai kaumku, bagaimanakah ini, aku menyeru kalian kepada keselamatan, tetapi kalian menyeru aku ke neraka?” (Qs. Al-Mu’min[40]: 41)
Kaumnya mengajak kepada kekafiran dan kemusyrikan, sementara ia sendiri mengajak mereka kepada ajaran tauhid dan agama Allah subhanahu wa ta’ala. Karena kaum kafir mengajak orang ke neraka, Allah subhanahu wa ta’ala melarang lelaki Muslim untuk menikahi perempuan musyrik, sama seperti Allah subhanahu wa ta’ala meelarang perempuan beriman menikah dengan lelaki musyrik:
“Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang beriman lebih baik daripada wanita musyrik walaupun wanita musyrik itu menarik hatimu. Dan janganlah kamu nikahkan lelaki musyrik (dengan wanita-wanita beriman) sebelum lelaki itu beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik daripada lelaki musyrik walaupun lelaki itu menarik hatimu. Mereka (orang-orang musyrik) mengajak ke neraka, sedangkan Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaaya mereka mengambil pelajaran.” (Qs. Al-Baqarah[2]: 221)
Khulafaur
Rasyidin (bahasa Arab: الخلفاءالراشدون) atau Khalifah Ar-Rasyidin adalah empat orang khalifah
(pemimpin) pertama agama Islam, yang dipercaya oleh umat Islam sebagai penerus
kepemimpinan setelah Nabi Muhammad wafat. Empat orang tersebut adalah para
sahabat dekat Muhammad yang tercatat paling dekat dan paling dikenal dalam
membela ajaran yang dibawanya di saat masa kerasulan Muhammad. Keempat khalifah
tersebut dipilih bukan berdasarkan keturunannya, melainkan berdasarkan konsensus
bersama umat Islam.
Sistem
pemilihan terhadap masing-masing khalifah tersebut berbeda-beda, hal tersebut
terjadi karena para sahabat menganggap tidak ada rujukan yang jelas yang
ditinggalkan oleh Nabi Muhammad tentang bagaimana suksesi kepemimpinan Islam
akan berlangsung. Namun penganut paham Syi'ah meyakini bahwa Muhammad dengan
jelas menunjuk Ali bin Abi Thalib, khalifah ke-4 bahwa Muhammad menginginkan
keturunannyalah yang akan meneruskan kepemimpinannya atas umat Islam, mereka
merujuk kepada salah satu hadits Ghadir Khum.
Secara resmi
istilah Khulafaur Rasyidin merujuk pada empat orang khalifah pertama Islam,
namun sebagian ulama menganggap bahwa Khulafaur Rasyidin atau khalifah yang
memperoleh petunjuk tidak terbatas pada keempat orang tersebut di atas, tetapi
dapat mencakup pula para khalifah setelahnya yang kehidupannya benar-benar
sesuai dengan petunjuk al-Quran dan sunnah. Salah seorang yang oleh kesepakatan
banyak ulama dapat diberi gelar khulafaur rasyidin adalah Umar bin Abdul-Aziz,
khalifah Bani Umayyah ke-8.
Khalifah
1. Abu Bakar
Ash-Shiddiq ra (11-13 H/632-634)
Nama aslinya
adalah Abdul Ka’bah. Lalu Nabi Muhammad saw. mengganti namanya dengan Abdullah.
Lengkapnya Abdullah bin Abi Quhafah at-Tamimi. Ia terlahir dari pasangan Usman
(Abu Quhafah) bin Amir dan Ummu Khoir Salma binti Sakhr, yang berasal dari suku
Taim, suku yang melahirkan tokoh-tokoh terhomat.
Sejak kecil
ia terkenal sebagai anak yang baik. Perilakunya yang lemah-lembut, jujur, dan
sabar, membuatnya disenangi masyarakat. Karena sifat-sifatnya yang mulia itulah
sejak masa remajanya ia sudah bersahabat dengan Nabi Muhammad saw.
Ia
dilahirkan dua tahun satu bulan setelah kelahiran Nabi Muhammad saw. kemudian
terkenal dengan julukan Abu Bakar, sedangkan gelar Shiddiq diberikan oleh para
sahabat, karena ia sangat membenarkan Rosulullah saw. dalam segala hal. Ialah
yang menemani Nabi Muhammad saw. di gua Hira, dan yang pertama kali memeluk
Islam dari kalangan orang tua terhormat. Tentang Abu Bakar ra., Rasulullah saw.
bersabda, “Sungguh orang yang paling dekat kepadaku persahabatan dan hartanya,
ialah Abu Bakar. Andaikata aku boleh memilih ternan di antara umnatku, rnaka
akan kupilih Abu Bakar. Tetapi kecintaan dan persaudaraan dalarn Islam cukup
memadai. Tidak satu pun pintu dalarn rnasjid yang terbuka kecuali pintu Abu
Bakar”. (HR. Bukhori) Sampai saat ini di masjid Madinah masih ada sebuah pintu
yang disebut pintu Abu Bakar ra. Yakni pintu yang selalu beliau lalui semasa
hidupnya jika masuk ke masjid melalui rumah beliau.
Todaklah
mengherankan jika sewaktu Nabi saw sakit, ia dipercaya oleh para sahabat
menjadi Imam sholat. Juga pantaslah apabila kaum muslimin kemudian memilihnya
sebagai kholifah/pemimpin setelah Rosulullah saw. wafat.
Keagungan
kepribadian Abu Bakar dapat disimak dari penggalan-penggalan pidatonya ketika
dilantik menjadi kholifah, antara lain beliau katakan, “Saya bukan orang yang
terbaik di antara kalian, tetapi saya akan memelihara amanah yang telah kalian
serahkan kepada saya. Kalau saya mengikuti ajaran Allah SWT dan petunjuk
Rasul-Nya, maka ikutilah saya. Sebaliknya jika saya menyimpang, luruskanlah
(koreksilah) saya. Kebenaran adalah kejujuran, dan kebohongan adalah
ketidakjujuran. Orang yang paling kuat dalam pandangan saya, adalah orang-orang
yang lemah di antara kalian oleh sebab itu saya akan menjamin hak-hak mereka.
Dan orang-orang yang paling lemah dalam pandangan saya, adalah orang-orang yang
kuat di antara kalian, dan saya akan mengambil sebagian dari hak-hak mereka
(zakatnya).”
Program
pertama yang dicanangkan Abu Bakar setelah ia menjadi kholifah, adalah meredam
pemberontakan, memerangi orang-orang yang membangkang tidak mau membayar zakat,
orang-orang murtad yang saat itu terjadi di mana-mana dan menimbulkan
kekacauan. Sepeninggal Muhammad Rosulullah saw., memang banyak umat Islam yang
kembali memeluk agamanya semula. Mereka merasa berhak berbuat sekehendak hati.
Bahkan lebih tragis lagi muncul orang-orang yang mengaku nabi, antara lain
Musallamah Al-Kadzdzab, Tulaiha Al-Asadi, dan Al Aswad Al Ansi.
Untuk
meluruskan akidah orang-orang murtad tersebut, Abu Bakar mengirim sebelas
pasukan perang ke sebelas daerah tujuan, di antaranya pasukan Kholid b’ Walid
ditugaskan menundukan Thulaiha Al Asadi, Pasukan Amer bin Ash ditugaskan di
Qudho’ah, Suwaid bin Muqrim ditugaskan ke Yaman, dan Kholid bin Said ditugaskan
Syam.
Program Abu
Bakar selanjutnya, memproyekkan pengumpulan dan penulisan ayat-ayat Al Qur-an.
Progran ini dicanangkan atas usulan Umar bin Khoththob sedangkan pelaksanaannya
di percayakan kepada Zaid b’ Tsabit.
Pengumpulan
dan penulisan ayat-ayat Al Qur-an itu dilakukan dengan pertimbangan:
Banyak
sahabat yang hafal Al Qur-an gugur dalsm perang penumpasan orang-orang murtad;
Ayat-ayat Al
Qur-an yang ditulis pada kulit-kulit kurma, batu-batu dan kayu-kayu sudah
banyak yang rusak sehingga perlu dilakukan usaha penyelamatan;
Penulisan
ayat-ayat Al Qur-an dan membukukannya ini bertujuan agar dapat dijadikan
pedoman bagi umat Islam sepanjang zaman.
Semasa
pemerintahannya, Abu Bakar juga berhasil memperluas daerah dakwah Islamiyah,
antara lain ke Irak yang ketika itu termasuk wilayah jajahan Kerajaan Persia,
dan ke Syam yang di bawah jajahan Romawi.
Setelah
memerintah selama dua tahun, Abu Bakar berpulang ke Rahmatullah pada tanggal 23
Jumadil Akhir 13H dalam usia 63 tahun dan dimakamkan dekat makam Rasulullah
saw. Beliau dikenal oleh para
sahabat
sebagai kholifah yang sangat taat kepada Allah SWT dan Rasul-Nya serta berbudi
luhur.
2. Umar bin
Khatthab (13-23 H/634-644 M)
Ia lebih
muda tiga belas tahun dari Nabi Muhammad saw. Sejak kedl ia sudah terkenal
cerdas dan pemberani. Tidak pernah takut menyatakan kebenaran di hadapan
siapapun. Tidaklah mengherankan jika setelah Umar memeluk Islam, barisan kaum
muslimin ditakuti oleh orang kafir Quraisy. Ia yang sebelum memeluk Islam
paling berani menentang Islam, setelah memeluk Islam paling berani menghadapi
musuh-musuh Islam. Kemudian terkenalah Umar sebagai “Singa Padang Pasir” yang
sangat disegani.
Umar
memiliki kepribadian yang sangat kuat, dan tegas memperjuangkan kebenaran. Oleh
karena itu masyarakat menggelarinya Al Faruq, artinya yang dengan tegas
membedakan yang benar dan yang salah. Sedemikian gigih Umar dalam menegakkan
syari’at Islam, sehingga Abdullah bin Mas’ud mengatakan, “Sejak Islamnya Umar
kami merasa mulia.” (H.R. Bukhori)
Mengenai
kualitas keimanannya, diungkapkan dalam sebuah hadits. Muhammad Rosulullah saw.
bersabda, “Ketika sedang tidur, aku bermimpi melihat orang-orang yang memakai
gamis. Ada yang gamisnya menutupi dada dan ada pula yang kurang dari itu. Lalu
diperlihatkan kepadaku Umar bin Khoththob mengenakan gamis yang panjang
sehingga ia berjalan dengan menyeretnya.” Seseorang bertanya, “Ya Rosulullah,
apakah takwilnya?” Nabi saw. menerangkan, “Kualitas keimanannya.” (HR. Bukhori
dan Muslim dari Abu Sa’id Al Khudri ra.)
Dalam pidato
pelantikannya, Umar menyampaikan, antara lain: “Saya adalah seorang pengikut
Sunnah Rasul, bukan seorang yang berbuat bid’ah. Ketahuilah, bahwa kalian
berhak menuntut saya tentang tiga hal selain Kitab Allah dan Sunnah Nabi,
yakni:
Mengikuti
apa yang telah dilakukan oleh orang sebelum saya dalam masalah yang telah
kalian sepakati dan telah kalian tradisikan;
Membuat
kebiasaan baru yang baik bagi ahli kebajik dalam masalah yang belum kalian
jadikan kebiasa dan
Mencegah
saya bertindak atas kalian kecuali dalam hal hal yang kalian sendiri
penyebabnya.
Pada masa
pemerintahan Khalifah Umar, wilayah Islam semakin meluas sampai ke Mesir, Irak,
Syam, dan negeri-negeri Persia lainnya. Umarlah yang pertama kali membentuk
badan kehakiman dan menyempurnakan pemerintahan. Juga meneruskan usaha Abu
Bakar dalam membukukan Al Qur-an.
Kholifah
Umar wafat pada usia 63 tahun setelah memerintah selama sepuluh tahun enam
bulan. Ia wafat oleh tikaman pedang Abu Lu’lu’ah, seorang budak milik
Al-Mughiroh bin Syu’bah saat sholat subuh. Ia diimakamkan di rumah ‘Aisyah,
dekat makam Abu Bakar. Ia dikenang oleh umat Islam sebagai pahlawan yang sangat
sederhana, sportif, dan menyayangi rakyat kecil. Kata katanya yang sangat
terkenal, “Siapa yang melihat pada diriku membelok, maka hendaklah ia
meluruskannya.”
Jasa-jasa
Umar sewaktu menjadi Kholifah, antara lain :
Penetapan
tahun Hijriyah sebagai tahun resmi;
Bea cukai
sebagai pendapatan negara;
Tunjangan
sosial bagi orang-orang miskin di kalangan Yahudi dan Kristen;
Pembangunan
kota-kota dan saluran air untuk meningkatkan kesejahteraan rakyatnya;
Pemberian
gaji bagi imam dan muazin;
Penghapusan
perbudakan;
Pembangunan
sekolah-sekolah;
Kodifikasi
Al-Quran;
Tradisi
sholat tarawih berjamaah;
3. Utsman
bin Affan ra. (23-35 H/644-656 M)
Ia seorang
saudagar kaya-raya, dan salah seorang penulis wahyu yang terkenal. Usianya lima
tahun lebih muda dari Nabi Muhammad saw. Sejak muda Utsman dikenal sebagai
seorang pendiam, dan memiliki budi pekerti yang terpuji. lalah yang membeli
sumur Roumah untuk dijadikan sumur umum. Sedemikian banyak amal kebajikannya,
sehingga masyarakat menggelarinya “Ghoniyyun Syakir” (orang kaya yang banyak
bersyukur kepada Allah SWT)
Abdurrohman
bin Samuroh ra. mengungkapkan, Utsman bin Affan datang menemui Rosulullah saw.
dengan membawa uang sebanyak seribu dinar yang dibungkus pakaiannya. Kala itu
beliau sedang mempersiapkan u’sroh (Pasukan dalam Perang Tabuk). Usai menerima
sumbangan dari Ustman bin Affan ra. untuk jihad fisabilillah, Rasulullah saw.
bersabda, “Tidak ada yang merugikan ibnu Affan atas apa yang dilakukannya
setelah hari ini.” Beliau mengulangi ucapan tersebut beberapa kali. (HR. Ahmad,
dan Tirmidzi)
Sekalipun
kaya-raya, Utsman tidak pernah menjaga jarak dengan masyarakat kelas bawah,
bahkan ia tidak segan-segann untuk turut serta berperang. Karena kebaikannya
itulah, ia dinikahkan dengan putri Nabi bernama Ruqoyyah. Setelah Ruqoiyah
meninggal dunia, ia dikawinkan dengan putri Nabi lagi bernama Ummu Kultsum.
Oleh sebab itu masyarakat menggelarinya “Dzun Nurain” (yang mempunyai dua
cahaya)
Langkah-langkah
yang dilakukan oleh Khalifah Utsman ra., adalah mengganti gubernur-gubernur
negara taklukan Islam yang ingin memisahkan diri setelah Umar wafat. Kemudian
Ia memperbanyak naskah Al Qur-an yan sudah dibukukan menjadi tujuh eksemplar
yang antara lain dikirim ke Syam, Yaman, Bahrain, Basroh, dan Kufah.
Utsman wafat
pada usia 82 tahun, setelah memerintah selama 12 tahun. Ia menemui ajal saat
membaca Al Quran oleh tikaman pedang Humron bin Sudan. Jasa Utsman terbesar
adalah memelihara Al Qur-an sebagaimana yang tersebar sekarang ini.
4. Ali bin
Abu Tholib ra. (35-40 H/656-661 M)
Ia adalah
putra Abu Tholib, paman Nabi Muhammad saw. Sebagai sepupu yang usianya 32 tahun
lebih muda, memungkinkan Ali diasuh langsung oleh Nabi Muhammad saw. Tidaklah
megherankan jika dari golongan anak-anak yang pertama memeluk Islam adalah Ali.
Pantaslah jika pengetahuan Ali tentang Islam sangat luas, dan sangat teguh
memegang ajaran Islam.
Sejak masa
pemerintahan Khalifah Ali inilah, Islam mulai mengalami kemunduran. Bermula
dari banyaknya pihak yang menuntut dendam atas terbunuhnya Utsman bin Affan
ra., terutama dari golongan Bani Umaiyyah dari kelompok ‘Aisyah ra., janda Nabi
Muhammad saw. Suasana tersebut semakin memanas dengan adanya kebijaksanaan
Khalifah Ali mengganti sebagian besar pejabat pemerintah yang telah diangkat
oleh Utsman.
Setelah
usaha menenangkan banyak golongan yang menuntut balas atas kematian Utsman
dengan jalan damai tidak berhasil, maka ditempuhlah dengan peperangan. Pertama
terjadilah Perang Waq’atul Jamali (penamaan tersebut karena ‘Aisyah bersama
pasukannya mengendarai unta) atau peperangan unta. Kedua, Perang Shiffin atau
peperangan unta antara pasukan Khalifah Ali dan pasukan ‘Aisyah. Perang saudara
ini terjadi pada tahun 36 H/657 M, akibat hasutan Abdullah bin Saba. Perang ini
dimenangkan oleh pasukan Ali.
jika tidah mau baca bisa lihat di chanelnya Afwan Sholeh
Cuma Segitu yang bisa kita sampaikan jika ada kekurangan atau salah kata mohon di maafkan seikhlas ikhlasnya
Ulul Azmi (bahasa Arab: أولوالعزم Ulu al-Azmi) adalah sebuah gelar khusus bagi golongan nabi pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa dalam menyebarkan ajaran tauhid. Terdapat lima nabi yang mendapatkan gelar Ulul Azmi, yakni Nuh, Ibrahim, Musa, Isa dan Muhammad. Gelar Ulul Azmi dijelaskan dalam Surah Al-Ahqaf ayat ke-35 dan Asy-Syura ayat ke-13.
Sifat Ulul Azmi
Kelima nabi yang mendapat gelar Ulul Azmi adalah para nabi yang memiliki keteguhan luar biasa selama menyebarkan berbagai risalah Allah. Tatkala para nabi ini harus menghadapi berbagai penentangan dari kaum-kaum yang didakwahi; para nabi ini berdoa agar Allah memberi hidayah untuk kaum-kaum tersebut. Tatkala Allah mendapati bahwa berbagai risalahNya yang disampaikan melalui para nabi ini telah secara mutlak dibantah serta diingkari oleh kaum-kaum tersebut, maka Allah yang menyelamatkan para nabi ini beserta para pengikut mereka, serta Allah timpakan hukuman setimpal kepada kaum-kaum pengingkar itu.
Ciri-ciri Ulul Azmi adalah sebagai berikut:
Memiliki seruan dakwah universal untuk umat manusia maupun umat jin.
Menyampaikan syariat dan agama Allah.
Menyampaikan kitab samawi.
Menerima perjanjian serta "wasiat" dari Allah.
Kisah
Nuh
Kegigihan Nuh sewaktu mendakwahkan berbagai risalah Allah, meskipun dirinya harus menghadapi berbagai penentangan dari kaumnya, merupakan bukti bahwa Nuh termasuk golongan nabi yang sangat tabah serta bertekun dalam tugas kenabian.Selama bertahun-tahun, Nuh mendakwahi keluarga, kerabat hingga kaumnya yang merupakan sebagian besar umat manusia pada masa itu, supaya mereka meninggalkan kemusyrikan juga agar mereka hanya menyembah Allah.Walau demikian, seorang anak dan istri nabi Nuh menentang dakwah sang nabi.Sementara kaum Nuh, yakni salah satu generasi manusia paling keji yang pernah hidup di muka bumi, menimbulkan sikap zalim terhadap sang nabi,bahkan kaum itu mewariskan tradisi keji secara turun-temurun. Ketika mendapati dakwahnya telah mutlak diingkari, Nuh mengadu kepada Allah supaya seluruh kaum itu dihukum setimpal akibat kaum itu lebih menghendaki ajaran mereka sendiri dibanding risalah Allah.Nuh memohonkan pengampunan kepada Allah untuk dirinya beserta orang tuanya maupun orang-orang yang beriman, juga Nuh memohon agar tiada satu orang kafir pun yang diluputkan hidup di muka bumi.Kemudian Allah mengabulkan pengaduan Nuh, sewaktu Azab banjir bah melenyapkan segala makhluk di muka bumi, selain para penghuni bahtera Nuh.
Setelah Allah menyelamatkan seisi bahtera terhadap banjir bah, Nuh beserta para penghuni bahtera mengikat perjanjian kepada Allah. Segala makhluk yang telah menghuni bahtera Nuh merupakan para leluhur segala makhluk yang masih ada di muka bumi; demikian halnya orang-orang yang telah berada di bahtera Nuh menjadi para leluhur umat manusia pada saat ini.
Ibrahim
Semasa bayi, Ibrahim harus diasingkan ke sebuah gua sewaktu menghindari perintah keji Namrudz tentang pembunuhan bayi laki-laki yang baru lahir. Setelah beranjak dewasa, Ibrahim bertekun mendakwahkan risalah Allah berupa pengenalan tentang Tuhan yang sesungguhnya, juga Ibrahim giat menentang sikap kemusyrikan maupun penyembahan berhala yang dilakukan kaumnya. Ibrahim berani menghancurkan tipu daya Namrudz beserta kaum penyembah berhala di Babilonia. Ibrahim bahkan harus dihadapkan dengan ujian berat, yakni dilempar ke perapian secara hidup-hidup, walau demikian Allah menganugerahkan keselamatan untuk Ibrahim yang memiliki Iman yang tak tergoyahkan kepada Allah.Kemudian Ibrahim beserta para pengikutnya berhijrah untuk Allah. Setelah bertahun-tahun usia pernikahannya dengan Sarah, Ibrahim belum dikaruniai anak hingga Sarah meminta sang nabi menikahi Hajar; lalu Hajar melahirkan seorang anak laki-laki yang diberi nama Ismail. Allah mengadakan tanda perjanjian dengan Ibrahim berupa hukum sunat, serta terdapat janji bahwa Sarah akan melahirkan Ishaq yakni pewaris Ibrahim. Setelah itu, Ibrahim harus menerima ujian ketika mengasingkan Hajar beserta putranya itu. Oleh sebab kesabaran dan kepatuhannya, ujian ini berhasil dilalui secara baik. Meski demikian, masih terdapat sebuah ujian berat yang dihadapi Ibrahim, yakni mempersembahkan putranya untuk perintah Allah; Ibrahim melaksanakan perintah ini walau akhirnya Allah menyediakan kurban sembelihan pengganti.Sewaktu Ibrahim telah membuktikan keimanannya serta kesetiaannya kepada Allah, dengan melaksanakan apapun yang Allah perintahkan, maka Allah memilih Ibrahim sebagai sosok kepercayaan di muka bumi, serta Allah memberkahi Ibrahim berupa anugerah berlimpah di dunia beserta karunia di Akhirat.
Ibrahim bersama Ismail dikenal sebagai dua orang yang mendirikan Baitullah di sebuah wilayah yang telah Allah sediakan sebagai tempat berkumpul umat manusia di muka bumi.Selama pembangunan Baitullah, Ibrahim berdoa kepada Allah supaya kaum keturunannya memperoleh Al-Kitab dan Hikmah sehingga kaum keturunannya dihindarkan dari sikap kemusyrikan maupun penyembahan berhala.Hal ini menyebabkan Allah terpikat terhadap sosok Ibrahim, kemudian Allah mengadakan perjanjian untuk memberkahi kaum keturunan Ibrahim apabila mereka mewarisi sosok Ibrahim dalam hal keimanan dan kesetiaan terhadap segala perintah Allah. Setelah itu, Ibrahim menerima perjanjian dari Allah, yang berlaku untuk kaum keturunan Ibrahim supaya dijadikan sebagai umat pilihan milik Allah serta diberkahi; yakni dengan syarat setia melaksanakan segala perintah Allah beserta segala Hukum Allah. Akan tetapi, perjanjian ini tidak berlaku untuk orang-orang yang zalim.
Musa
Musa merupakan seorang nabi yang memiliki garis keturunan kepada Ibrahim. Musa dibesarkan di lingkungan istana Mesir walau ia harus melarikan diri dari istana lantaran perkara kematian seorang Mesir.Setelah berlindung di negeri Madyan, Allah mengutus Musa supaya kembali ke Mesir untuk menyelamatkan Bani Israel menghadapi penindasan kaum Fir'aun. Harun turut mengiringi Musa selama menyiarkan risalah Allah kepada kaum Firaun. Dengan pertolongan Allah, Musa dan Harun menghadirkan banyak mu'jizat serta Azab pedih untuk melawan kekafiran kaum Firaun, sampai ketika Allah memerintahkan Musa supaya menuntun kaum pengikutnya menyeberangi Laut Merah, yang kemudian menenggelamkan Firaun beserta bala tentara bangsa Mesir. Selain itu, Musa dikenal memiliki kesabaran besar selama memimpin kaumnya meninggalkan Mesir. Ketika Musa sedang bermunajat di Gunung Sinai; Samiri menyeleweng dengan mengajak Bani Israel kepada penyembahan patung anak sapi emas.Harun, yang telah diberi amanat mengganti peran Musa, tidak sanggup menghalangi niat mereka, bahkan Harun diancam hendak dibunuh.Tatkala menyadari dosa besar telah diperbuat di tengah-tengah kaumnya, Musa bersama tujuh puluh orang terpilih memohonkan pengampunan kepada Allah supaya Azab Kemurkaan tidak ditimpakan kepada seluruh Bani Israel, kemudian Allah mengabulkan permohonan ini sehingga kaum Musa tidak dipunahkan.
Musa merupakan satu-satunya manusia yang diberi keistimewaan untuk berbicara secara langsung kepada Allah,juga Musa menerima perjanjian beserta ajaran Allah berupa Taurat, yakni sebuah kitab berisi berbagai perintah Allah maupun Hukum Allah.Kitab Taurat diperuntukkan kepada orang-orang beriman.Sementara itu, terdapat pula Kitab Musa yang disebut sebagai salah satu kitab terbaik untuk umat manusia.
Isa
Isa merupakan satu-satunya manusia selain Adam yang dilahirkan tanpa perantaraan ayah,ia dilahirkan oleh Maryam sehingga ia dikenal sebagai Isa Ibnu Maryam (Isa putra Maryam). Allah mengaruniai kenabian Isa melalui pemberian Ruhul Qudus.Isa memiliki ketabahan dan keteguhan besar selama mendakwahkan risalah Allah; terutama ketika Isa bersabar menghadapi tuduhan sebagai penista kaum Yahudi, pengkhianatan muridnya, bahkan hendak dibunuh.Kehidupan Isa menggambarkan kezuhudan dan ketaatan dalam beribadah kepada Allah.Tatkala dakwah Isa telah sepenuhnya diingkari, maka Allah menyelamatkan Isa terhadap tipu daya orang-orang kafir,kemudian Allah menimpakan hukuman kepada orang-orang kafir yang telah menentang dakwah Isa.
Kehadiran Isa merupakan penggenapan Taurat, juga sebagai seorang Rasul Allah,yang menghadirkan mu'jizat serta berdakwah mengenai berbagai risalah Allah. Selain itu, Isa telah diutus untuk menyampaikan tentang kehalalan sebagian perkara yang sebelumnya diharamkan untuk Bani Israel;supaya sang rasul menuntun Bani Israel kembali percaya dan berserah diri kepada Tuhan mereka.Isa juga hendak meluruskan ajaran agama pada zaman itu, sebab terdapat banyak ajaran agama yang membaurkan Taurat (Kitab Allah) dengan berbagai ajaran manusia.Meski demikian, dakwah Isa belumlah selesai sebab ia menyatakan bahwa setelahnya akan ada seorang Rasul bernama Ahmad sebagai penerus dakwahnya.
Muhammad
Kehadiran Muhammad merupakan penggenapan para nabi yang telah Allah utus ke tengah-tengah umat manusia. Muhammad terlahir serta dibesarkan sebagai seorang Arab. Allah menyelamatkan Muhammad sewaktu menghadapi masa-masa sulit. Setelah menjadi seorang Rasul Allah, dakwah Muhammad menghadapi penentangan dari kaum kafir karena nabi dianggap menyebarkan ajaran untuk mengganti tradisi leluhur.Walaupun dakwah nabi didustakan, hingga diusir oleh kaum kafir yang berakibat hijrah ke Madinah, Allah senantiasa mengaruniakan perlindungan maupun pertolongan yang menyertai nabi bersama orang-orang beriman.Beberapa waktu kemudian; Allah memberi perintah kepada nabi Muhammad beserta orang-orang beriman supaya maju berperang melawan golongan kafir maupun golongan yang telah mengusir mereka, supaya Allah menimpakan hukuman pedih kepada orang-orang kafir melalui tangan orang-orang beriman,sampai ketika kubu Muhammad bersama orang-orang beriman memperoleh pertolongan disertai kemenangan dari sisi Allah.Setelah itu, orang-orang beriman mengadakan perjanjian damai terhadap kaum yang tidak beriman bahwasanya kaum itu takkan menganggu orang-orang beriman. Muhammad bersama kaum beriman yang menyertai dirinya memiliki watak keras terhadap kaum kafir namun akrab terhadap sesama orang beriman.
Kekhususan pada diri Muhammad adalah pewahyuan kitab Al-Qur'an, yakni sebuah kitab suci berbahasa Arab yang berasal dari Firman Allah. Dalam kitab ini terkandung lafadz ikrar Bismillahirrahmanirrahim sebagai tanda penggenapan kitab-kitab Allah terdahulu, supaya umat manusia berserah diri secara sepenuhnya kepada Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Allah menjamin kemurnian isi Al-Qur'an,tidak seperti beberapa kitab terdahulu yang sebagiannya pernah mengalami campur tangan dari Ahli Kitab sementara sebagian lain berada dalam berbagai versi. Muhammad juga diutus sebagai penggenapan Taurat dan Injil,dengan tujuan supaya umat manusia hanya beriman, mengabdi, serta berserah diri secara tulus kepada Allah saja,juga supaya umat manusia senantiasa berpegang teguh kepada ajaran yang berasal dari Allah; yakni berbagai risalah yang disampaikan melalui para Rasul maupun para nabi yang telah Allah utus,oleh sebab ada larangan tentang mengikuti ajaran yang berasal dari "hawa nafsu manusia" yang dapat mengakibatkan perpecahan dalam agama Allah.Terdapat berbagai penjelasan bahwa sikap berpecah-belah dalam beragama setara dengan sikap sesat dan musyrik.
Jika ingin kartunnya bisa
Sekanan dari kami ,bila ada kesalahan mohon maaf seikhlas-ikhlasnya
Kali ini kiata akan bahas tentang malaikat malaikat allah yang perlu kita ketahui
Mari kita mulai
Iman Kepada Malaikat
Salah satu makhluk Allah swt. yang diciptakan di alam ini adalah malaikat. Dia bersifat gaib bagi manusia, karena tidak dapat dilihat ataupun disentuh dengan panca indra manusia.
Sebagai muslim kita diwajibkan beriman kepada malaikat. Iman kepada malaikat tersebut termasuk rukun iman yang kedua. Apa yang dimaksud iman kepada malaikat? Iman kepada malaikat berarti meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati bahwa Allah telah menciptakan malaikat yang diutus untuk melaksanakan tugas-tugas tertentu dari Allah.
Dasar yang menjelaskan adanya makhluk malaikat tercantum dalam ayat berikut ini yang artinya:
“Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi, yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai macam urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga dan empat.” (Q.S. Fatir: 1)
Hal tersebut juga dijelaskan dalam hadits riwayat Muslim tentang iman dan rukunnya. Dari Abdullah bin Umar, ketika diminta untuk menjelaskan iman, Rasulullah bersabda, “iman itu engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikatNya, kitab-kitabNya, Rasul-rasulNya dan hari akhir serta beriman kepada ketentuan (takdir) yang baik maupun yang buruk.”
Dalam hadits tersebut, percaya kepada malaikat merupakan unsur kedua keimanan dalam Islam. Percaya kepada malaikat sangatlah penting karena akan dapat memurnikan dan membebaskan konsep tauhid dari bayangan syirik.
Dari ayat dan hadits di atas dapat diketahui bahwa beriman kepada malaikat merupakan perintah Allah dan menjadi salah satu syarat keimanan seseorang. Kita beriman kepada malaikat karena Al Qur’an dan Nabi memerintahkannya, sebagaimana kita beriman kepada Allah dan Nabi-Nya.
Berikut ini 10 malaikat yang perlu di ketahuai
1. Malaikat Jibril
Bertugas menyampaikan wahyu Allah kepada para nabi dan rosul. Malaikat Jibril adalah penghubung antara Allah SWT dengan nabi dan rosul-Nya.
2. Malaikat Mikail
Malaikat Mikail bertugas memberi rejeki kepada manusia.
3. Malaikat Israfil
Malaikat Israfil bertugas meniup terompet sangkakala pada hari kiamat.
4. Malaikat Izrail
Malaikat Izrail bertugas sebagai pencabut nyawa.
5. Malaikat Munkar
Malaikat Munkar bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan manusia di alam kubur tentang amal perbuatan mereka saat masih hidup.
6. Malaikat Nakir
Malaikat Nakir bertugas menanyakan dan melakukan pemeriksaan manusia di alam kubur tentang amal perbuatan mereka saat masih hidup.
7. Malaikat Raqib
Malaikat Raqib bertugas mencatat segala amal baik yang dilakukan manusia.
8. Malaikat Atid
Malaikat Atid bertugas mencatat segala perbuatan buruk yang dilakukan manusia.
9. Malaikat Malik
Malaikat Malik bertugas menjaga pintu neraka dan menyambut ahli neraka.
10. Malaikat Ridwan
Malaikat Ridwan bertugas menjaga pintu syurga dan menyambut ahli syurga.
Untuk download video tentang 10 malaikat allah bisa download di sini
Terimakasih telah berkunjung
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Kali ini kita membahas tentang akhlak terpuji atau akhlak Mahmudah
Dalam kehidupan bermasyarakat, mungkin kita sering mendengar tentang kata Akhlak. Akhlak sendiri bisa diartikan dengan tingkah laku atau budi pekerti yang sopan dan santun, tanpa akhlak maka manusia tidak bisa menjadi makhluk yang mulia. Akhlak sendiri dibagi menjadi dua, yaitu akhlak Mahmudah ( akhlak terpuji) dan akhlak Madzmumah (akhlak tercela).
Pengertian Akhlak.
Akhlak adalah kata jamak dari khuluk yang kalau dihubungkan dengan manusia,kata khuluk lawan kata dari kholq.Diterjemah dari kitab Is’af thalibi Ridhol Khllaq bibayani Makarimil Akhlaq.Akhlak adalah sifat-sifat dan perangai yang diumpamakan pada manusia sebagai gambaran batin yang bersifat maknawi dan rohani.Dimana dengan gambaran itulah manusia dibangkitkan disaat hakikat segala sesuatu tampak dihari kiamat nanti.
Berikut ini beberapa macam dan penjelasan tentang akhlak mahmudah:
1. Al-Rahman, yaitu belas kasihan dan lemah lembut. Firman Allah dalam surat Ali Imran ayat 159 yang artinya: “Maka dengan rahmat Allah-lah engkau lemah lembut kepada mereka.”
2. Al-‘Afwu, yaitu pemaaf dan mau bermusyawarah. Manusia tidak bisa lepas dari lupa dan kesalahan. Firman Allah dalam surat dan ayat yang sama, yang artinya “…Sebab itu maafkanlah kesalahan mereka; dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu.”
3. Amanah, yaitu terpercaya dan mampu menemmpati janji. Sesuatu yang dipercayakan kepada seseorang, baik berupa tugas, titipan harta, rahasia, dan amanat lainnya, mesti dipelihara dalam arti dilaksanakan sebagai mana mestinya. Demikian pula apabila berjanji, hendaknya di tepati. Allah berfirman dalam surat al-Mu’minun ayat 8 yang artinya, “Dan yang memelihara amanat dan janji mereka …”
4. Anisatun, yaitu manis muka dan tidak sombong. Manis muka ini mungkin pembawaan sejak lahir. Namun bagi orang yang tidak memiliki sifat demikian, dapat dipelajari dengan membiasakan manis muka, karena orang yang suka berpaling itu kemungkinan dianggap sombong, sedangkan orang yang sombong itu tidak disukai oleh Allah Swt dan juga oleh manusia. Allah berfirman dalam surat Lukman ayat 18 yang artinya: “Dan janganlah engkau memalingkan mukamu terhadap manusia, dan janganlah berjalan di muka bumi ini dengan angkuh, sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri.”
5. Khusyu’ dan Tadarru’, yaitu tekun tidak lalai dan menundukan atau merendahkan diri terhadap Allah Swt. Sikap ini seringkali dikhususkan dalam shalat atau ibadah mahdlah lainnya. Misalnya diwaktu shalat itu hendaknya ada konsentrasi pikiran yang terpadu dengan apa yang diucapkan dan dirasakan dalam hati, sehingga tidak lalai dan melamun. Tidak tergesa-gesa namun hendaknya tuma’ninah, dapat dirasakan ketika bersujud dan ketika berdo’a. Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun ayat 2 yang artinya “Orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya.” Dalam surat Al-Araf ayat 55 yang artinya, “Bermohonlah kepada Tuhan dengan merendahkan diri dan rahasia suara jiwa.”
6. Al-Haya, yaitu malu kalau diri tercela. Perasaan malu terhadap Allah apabila melakukan terhadap ma’siyat, meskipun tersembunyi dari pandangan manusia. Demikian pula tidak berani meninggalkan kewajiban. Firman Allah dalam surat An-Nisa ayat 108 yang artinya, “Mereka bersembunyi dari manusia, tetapi tidak ersemunyi dari Allah, karena Allah bersama mereka…”
7. Al-Ikhwan dan Al-Ishlah, yaitu persaudaraan atau perdamaian. Antara orang yang beriman dengan yang beriman lainnya bersaudara. Allah berfirman dalam surat al-Hujurat ayat 10 yang artinya, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu bersaudara. Sebab itu demikianlah (perbaikilah hubungan) antara keduanya dan bertakwalah kepada Allah, mudah-mudahan kamu mendapat rahmat (dari pada-Nya).”
8. Al-Salihat, yaitu berbuat baik atau amal shaleh. Seseorang dikatakan beramal soleh, apabila ia mengerjakan pekerjaan yang dibolehkan oleh syara’, disertai ilmunya dan dengan niat yang ikhlas. Mungkin nampaknya pekerjaannya baik, namun niatnya buruk misalnya, maka bukanlah amal shalih, mungkin penipu atau berbuat munafik. Yang jelas ketiga persyaratan itu harus dipenuhi baik oleh wanita atau pria sama saja. Firman Allah dalam surat al-Nisa ayat 124 yang artinya, “Dan siapa yang mengerjakan perbuatan yang baik, baik laki-laki maupun perempuan dan ia beriman, maka orang itu masuk dalam surga, dan mereka tidak dirugikan sedikitpun.”
9. Al-Sabru, yaitu sabar. Sabar ini terhadap 3 macam hal, yaitu sabar dalam beribadah, ialah dimulai dengan niat yang ikhlas, ketika beramal tidak lupa kepada Allah, sanggup menghadapi berbagai rintangan baik dari dalam maupun dari luar. Kemudian shabar dalam menjauhkan diri dari perbuatan ma’siyat, tidak tertarik dengan godaan duniawiyah yang jelas tidak diperbolehkan dengan agama dan sabar yang ketiga adalah shabar dalam mendapat musibah, kemungkinan belum tercapainya cita-cita, tidaklah berputus asa, juga ditimpa malapetaka. Musibah yang menimpa manusia ini juga ada 3 macam, yaitu kemungkinan siksaan bagi orang yang berdosa, peringatan bagi orang mukmin yang lalai dan ujian bagi orang-orang yang shalih. Firman Allah dalam surat al-Baqarah ayat 153 yang artinya, “Hai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan dengan shabar dan mengerjakan shalat, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang shabar.”
10. Al-Ta’awun, yaitu tolong menolong. Tolong menolong merupakan ciri kehalusan budi, kesucian jiwa dan ketinggian akhlak, memudahkan saling mencintai dan saling mendo’akan satu sama lain, penuh solidaritas dan penguat persaudaraan dan persahabatan. Firman Allah dalam surat al-Maidah ayat 2 yang artinya, “Hendaklah kamu tolong menolong dalam kebaikkan dan takwa, dan janganlah bertolongan dalam dosa dan permusuhan.”
Rasulullah SAW bersabda, "Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain, berakhlak mulia, mempelajari Al Quran dan mengajarkannya, serta orang yang umurnya panjang dan banyak amal kebajikannya."
Yang terakhir saya mau kasih lagu buat Anda sekalian
Umam Akhlak Bunga Diri
Akhlak ialah bunga diri
Indah di lihat oleh mata
Senang di rasa oleh hati
Akhlak nilai diri manusia
Akhlak nilai diri manusia
Modal hidup dimana-mana
Kemana pergi orang suka
Banyak kenalan murah rizki
Siapa yang berakhlak tinggi
Kemana pergi orang suka
Ia di sukai dan di percayai
Kawan banyak dimana mana
Orang yang tiada akhlak
Harta banyak tiada nilainya
Wajahnya yang cantik hilang serinya
Berpangkat tinggipun orang benci
Sebaik baik manusia
Yang tinggi akhlaknya
Karena di sukai Allah
Dan juga Rosul-Nya
Di senangi manusia seluruhnya
Akhlak mulia ibarat bunga
Sekian dari saya jika mau download di sini
Umam Akhlak Bunga Diri